5 Penyebab Utama Jerawat di Pipi

Satu diantara problem yang banyak dihadapi oleh remaja sampai orang dewasa adalah muka yang berjerawat. Jerawat bisa tumbuh di pipi, muka, bahu, punggung, serta leher, karena kelenjar minyak terdapat banyak pada bebrapa sisi ini.

5 Penyebab Utama Jerawat di Pipi

Jerawat cukup mengganggu untuk tampilan seorang. Frekwensi munculnya jerawat untuk masing-masing orang tidak sama, ada yang susah menyingkirkan jerawat yang makin hari makin membandel, ada juga yang cuma berjerawat di beberapa saat spesifik saja.

Lantas apa yang bisa mengakibatkan timbulnya jerawat di pipi atau di muka? Tersebut 7 penyebabnya jerawat dibagian badan itu.

1. Folikel Terhalang

Jerawat muncul waktu folikel yang tersambung dengan kelenjar minyak pada kulit jadi terhalang oleh produksi minyak berlebihan dan beberapa sel kulit mati. Waktu hal semacam ini berlangsung, pada pori-pori folikel juga akan terjadi sumbatan lembut, sebagai tempat yang begitu nyaman untuk tumbuhnya bakteri.

Waktu bakteri mulai berkembang serta berkembang biak dalam folikel, lalu juga akan berlangsung inflamasi yang diikuti dengan timbulnya jerawat-jerawat. Pori-pori yang terhalang bisa mengakibatkan dinding folikel menonjol serta lalu membuat jerawat.

Awalannya jerawat terjadi berwarna putih yang dikelilingi dengan merah muda. Tetapi makin lama, waktu jerawat yang disebut himpunan bakteri serta minyak bersentuhan dengan udara, warnanya beralih jadi kecokelatan.

2. Dampak Hormon

Penyebabnya munculnya jerawat yang ke-2 adalah meningkatnya hormon androgen pada badan, terlebih sepanjang masa pubertas. Hormon androgen itu lalu juga akan mengakibatkan kelenjar pada kulit keluarkan zat minyak yang berperan jadi lubrikan yang melapisi kulit serta rambut.

Sesungguhnya kehadiran homon androgen cukup perlu, hingga kulit tidak kering serta merasa lembab, tetapi bila terlalu berlebih juga akan mengakibatkan jerawat tumbuh, terlebih di kulit yang tidak sering dibikin bersih dengan teratur.

Pada wanita, perubahan hormon yang berlangsung karna kehamilan atau waktu konsumsi pil KB dapat juga jadi penyebabnya timbulnya jerawat.

Diluar itu, sekitaran 2-7 hari sebelumnya terjadinya menstruasi juga berlangsung perubahan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya jerawat, tetapi hal semacam ini termasuk juga hal yang cukup normal.

3. Aspek Keturunan

Aspek beda yang bisa mengakibatkan jerawat adalah aspek keturunan lewat genetik. Beberapa peneliti temukan kalau munculnya jerawat relatif diwariskan dari gen orangtua. Remaja yang berjerawat begitu mungkin saja memiliki orangtua yang berjerawat.

Mekanisme terjadinya jerawat begitu di pengaruhi oleh genetik. Genetik memastikan bagaimana system imunitas badan merespon bakteri yang tumbuh subur pada medium jerawat. Genetik juga memiliki peranan memastikan seberapa gampang pori-pori dalam kulit terhalang hingga terjadi jerawat.

Contoh mudahnya, bila genetik Anda mewarisi kekuatan produksi sel kulit mati dalam jumlah berlebihan, yang lalu menyumbat pori-pori, jadi hal semacam ini juga akan jadi penyebabnya jerawat tumbuh.

Gen juga memastikan type jerawat yang juga akan Anda alami. Makin jelas warna kulit, jadi jerawat juga akan tampak makin merah. Sesaat orang dengan kulit yang lebih gelap umumnya mempunyai jerawat berwarna merah muda kecokelatan.

Genetik adalah hal yg tidak bisa diperkirakan. Bahkan juga untuk sepasang kembar identik, satu orang bisa mempunyai jerawat jauh semakin banyak dibanding dengan kembarannya. Bila ke-2 orangtua mempunyai problem jerawat yang cukup penting, jadi resiko anak-anaknya berjerawat juga makin tinggi.

4. Penggunaan Obat-obatan

Sebagian obat-obatan memiliki kandungan resikonya berbentuk tumbuhnya jerawat. Zat-zat kimia dalam obat yang bisa mengakibatkan munculnya jerawat salah satunya adalah lithium, steroid androgenik, DHEA, progesteron pada obat KB, dan obat-obat yang memiliki kandungan bromin atau iodim.

Zat lithium bisa menyebabkan tumbuhnya jerawat, karna pada badan bekerja menambah kesibukan system imun. Waktu orang konsumsi obat yang memiliki kandungan lithium, zat itu juga akan menghasilkan hormon stres semakin banyak, yang juga akan mengakibatkan peradangan pada kulit. Hal semacam ini menyebabkan terbebasnya histamin dalam kulit.

Histamin adalah bahan kimia yang memecah sel kulit untuk menyingkirkan kuman serta bakteri. Waktu histamin terinduksi oleh hormon stres, ia juga akan menuju tempat tumbuhnya bakteri pada jerawat untuk memerangi bakteri itu jadi sisi dari system imun badan.

Hingga yang berlangsung selanjutnya adalah jerawat bakteri beralih ke daerah kulit beda yang belum juga berjerawat serta pada akhirnya jerawat jadi bertambah banyak.

Zat iodin sebenarnya dibutuhkan pada badan. Paling tidak, dengan normal ada 0. 02% kandungan iodin pada badan. Tetapi, satu riset oleh World Health Organization (WHO) menyebutkan kalau mengkonsumsi iodin berlebihan juga akan mengakibatkan jerawat, tetapi cuma pada sebagian minggu pertama waktu diasup ke pada badan.

Sebelumnya konsumsi obat-obatan, sebaiknya ajukan pertanyaan terlebih dulu pada dokter apakah juga akan menyebabkan resikonya seperti tumbuhnya jerawat.

5. Ada dalam Keadaan Stres

Keadaan stres bisa menyebabkan atau jadi memperburuk tumbuhnya jerawat di wajah. Waktu seorang alami stres, jadi badan juga akan menghasilkan semakin banyak kortisol serta androgen yang tingkatkan produksi minyak.

Wanita menghasilkan hormon androgen dalam presentase yang semakin banyak dibanding dengan pria, hingga kecenderungan berjerawat karna stres semakin lebih besar dihadapi wanita.

Stres serta jerawat bisa jadi lingkaran setan yang tak ada habisnya. Stres mengakibatkan jerawat, demikian halnya waktu berjerawat seorang umumnya juga akan jadi stres karna penampilannya terganggu.

Untuk menangani stres serta jerawat, Anda membutuhkan relaksasi seperti tidur yang cukup, olahraga, atau beberapa kesibukan yang menentramkan seperti bermeditasi atau latihan pernafasan dengan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*