Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Raih Rp 293 Triliun

Sampai pertengahan 2017, dana kelolaan Tubuh Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjangkau Rp 293 triliun. Mengenai jumlah peserta menjangkau 24 juta orang pekerja.

Direktur Paling utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengungkap, dana kelolaan itu nyaris melampaui tujuan pada akhir 2017 sebesar Rp 297 triliun, dengan tujuan jumlah kepesertaan 25, 2 juta pekerja.

” Dana yang dikelola sekarang ini telah Rp 293 triliun, ” tutur Agus di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menurut Agus, dana kelolaan itu juga akan dipakai untuk sebagian program BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kematian (JKm).

Menurut Agus, pihaknya meletakkan dana itu pada surat bernilai negara dengan jumlah sebesar 88 % dari keseluruhan dana kelolaan, dengan besaran return sampai 9, 3 %.

” Return atau hasil investasi telah menjangkau Rp 17 triliun dari tujuan Rp 19 triliun, jadi tinggal sedikit sekali lagi. Sejumlah 88 % kami letakkan di instrumen pemerintah, serta bekasnya 12 % di swasta. Sebesar Rp 56 triliun telah kami investasikan ke bidang yang terkait dengan infrastruktur, ” terang Agus.

Agus menjelaskan, pihaknya juga lakukan skema investasi segera sebesar 1 % yang diletakkan pada bidang property.

” Investasi segera begitu sangat mungkin, namun tidaklah terlalu besar karna resikonya begitu tinggi, ” tuturnya.

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Beasiswa untuk Anak TKI yang Meninggal

Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Erni Puwanti, wafat dunia di kantor Pelaksana Peletakan TKI Swasta (PPTKIS), PT Bina Adidaya Mandiri Internasional, Tangerang, Rabu (7/8/2017).

BPJS Ketenagakerjaan meyakinkan juga akan memberi santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) walau Erni Puwanti baru tercatat jadi peserta program perlindungan TKI pada tanggal 3 Agustus 2017.

” Kami juga akan meyakinkan pakar waris selekasnya memperoleh haknya, ” tutur Direktur Paling utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam info pers, Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Agus menjelaskan, sesuai sama Ketentuan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 07 Th. 2017, pakar waris TKI juga akan memperoleh santunan sebesar Rp 85 juta serta beasiswa untuk satu orang anaknya sampai lulus sarjana.

Program perlindungan jaminan sosial pada TKI baru di luncurkan pada tanggal 01 Agustus 2017 kemarin. Tetapi, kurun waktu 11 hari mulai sejak di luncurkan, kepesertaan program itu telah menjangkau 20. 000 orang.

Perlindungan untuk TKI ini mencakup tiga program yakni JKK serta Jaminan Kematian (JKm) yang berbentuk harus, dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang berbentuk suka-rela.

Perlindungan ini terbagi dalam tiga bagian perlindungan yakni pra peletakan sepanjang 5 bulan, waktu peletakan sepanjang 25 bulan serta saat peletakan sepanjang 1 bulan.

Dengan ketentuan itu, musibah yang berlangsung pada calon TKI Erni Puwanti masuk kedalam kelompok perlindungan atas kecelakaan kerja pra peletakan.

Agus mengharapkan, supaya semuanya TKI selekasnya jadi anggota program BPJS Ketenagakerjaan. Hal semacam ini perlu membuat perlindungan pahlawan devisa Indonesia itu.

” Dengan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, beberapa TKI bisa bekerja dengan tenang karna dilindungi sepanjang kursus di Indonesia serta waktu di luar negeri, bahkan juga saat kembali pada Indonesia, ” kata Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*