Wisata Pulau Seribu yang Menakjubkan Part 2

Melanjutkan petualangan Kepualaun Seribu dari artikel berjudul Wisata Pulau Seribu yang Menakjubkan Part 1.

Permasalahan Masyarakat Pulau

Saat sore hari, kami berjalan mengeilingi pulau pramuka untuk melihat pemandangan pesisir laut dan bersilaturahim ke masyarakat sekitar. Permasalahan masyarakat pulau adalah sampah yang menumpuk sehingga mengotori pesisir dan air laut sekitar pantai, kesulitan mendapatkan air bersih, sayuran yang sangat jarang dan energi.

Seorang mahasiswa UNJ berinsiatif untuk menimalisir permasalahan tersebut dengan menerapkan Lubang Resapan Biopori (LBR) untuk mengurangi sampah organik dan membantu penyerapan air hujan, menanam sayuran dengan teknik hidroponik. Alhamdulillah kami bisa dipertemuakan dan belajar dengan kak Bowo. Terimakasih kak Bowo (: semoga ilmumu bermanfaat.

Lubang Resapan Biopori

penampakan-lubang-biopori-600x431

LBR atau Lubang Resapan Biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah berupa lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Sehingga tanah dapat meresap air hujan lebih banyak dan ketersediaan air bersih di pulau semakin meningkat. Selain itu LBR ini berfungsi untuk membuang sampah sisa-sisa makanan dan sampah dapur (sampah organik). Sehingga dapat mengurangi permasalahan sampah yang ada di pulau.

Teknik Hidroponik

IMG_20151028_155717

Teknik Hidroponik adalah cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, namun  menekankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Pulau Kotok

Di hari kedua kami menjelajah ke beberapa pulau dan tempat, our destination were Pulau Kotok, Pulau Semak Daun, Nusa Karamba, and Karang Sempit. Saya jelaskan satu persatu.

IMG_0819

bkite1_cf

Di Pulau Kotok Besar kami mengunjungi hewan langka yang menjadi ikon kota Jakarta, yaitu Elang Bondol. Keberadaannya semakin sedikit dan hampir punah di Indonesia karena penangkapan dan penjualan secara ilegal. Selain itu ada juga Elang Laut yang gagah dan besar dengan kepakan sayap bisa mencapai 2 meter, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua sayapnya telah dipatahkan ketika ditemukan di pasar, tempat penjualan burung-burung hasil penangkapan ilegal, sehingga dia tidak dapat terbang sama sekali. Elang laut ini sudah punah, karena keberadaannya hanya tinggal kurang dari 10 ekor di seluruh Dunia. Disini, di Pulau Kotok ini mereka (para burung korban penangkapan dan penjualan ilegal) dilatih dan dikonservasi agar bisa kembali ke habitat asalnya dan terus berkembang biak dengan normal. Beberapa temuan di lapangan terutama di pasar-pasar banyak elang Bondol adn Elang Laut yang di cacati, seperti dicabut bulu primernya agar tidak dapat terbang, di patahkan sayapnya, dilukai kakinya, dan bulu-bulu yang rusak. Pengurungan secara paksa ini menyebabkan insting yang mereka miliki memudar bahkan bisa jadi hilang. Sehingga dibentuk lah konservasi Elang Bondol, untuk membantu menyelamatkan mereka agar bisa kembali ke habitatnya.

Kerangka Paus yang Terdampar

IMG_0832

Paus merupakan hewan mamalia yang bernafas menggunakan paru-paru, ciri yang memumjukkam bahwa paus termasuk mamalia adalah kerangka sirip yang membentuk jari berjumlah 5 ruas. Pada tahun 2006 telah ditemukan seekor bayi ikan paus berumur 6 bulan yang terdampar di Kepualuan Seribu. Diduga bayi paus ini terpisah dari rombongannya dan dimanfaatkan oleh peneliti untuk mengukur kedalaman suatu laut, hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya alat GPS yang terpasang dalam tubuh paus. Panjang paus ini mencapai 12 meter.

Pulau Semak Daun

IMG_0843

Selanjutnya dalam destinasi kami yaitu Pulau Semak Daun, pulau yang sepi dan tidak ada aktivitas konservasi disini namun kami singgah disini untuk berlatih menggunakan alat snorkle dan makan siang. Kenapa disini? Karena pulau ini memiliki daerah dasar laut yang rendah namun pemandangannya indah. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat berlatih menggunakan alat snorkle untuk snorkling.

Snorkling di Karang Sempit

Snorkling adalah kegiatan yang menggunakan perlengkapan alat snorkle, seperti fin, kacamata, pelampung, dan alat bantu nafas. Snorkle dilakukan sipermukaan laut untuk menikmati keindahan bawah laut.

download (3)

 

Karang sempit merupakan daerah laut yang berada diantara Pulau Semak Daun dan Pulau Kotok. Ini adalah daerah yang ssangat strategis dan sangat indah untuk melihat pemandangan laut, karena gelombang air laut yang tenang dan kedalaman yang cukup sekitar 15-20 meter  dari permukaan laut.Disini kami snorkling selama kurang lebih 1,5 jam, terlihat antusias dan kesenangan terpancar dari wajah mereka saat menikmati pemandangan bawah laut. Berbagai jenis terumbu karang yang masih hidup, ribuan ikan-ikan yang berenang-renang, arus laut yang tenang membuat pesona laut menjadi terlihat lebih menawan, indahnya Indonesiaku.

Nusa Karamba

IMG_1698

Nusa Karamba adalah tempat penakaran ikan Hiu dan Bandeng. Bayi hiu berumur 6 bulan ini tidak menerkam anak-anak. Mereka begitu antusias memberi makan ikan dan mengamatinya.

That was our last destination, it was the great experience and new lesson from us. We Blessed to Allah for everythink that He gave to us. I hope, we can be the best learner and be the grateful person.

Perjalanan kami belum selesai sampai disini, akan ada perjalanan selanjutnya yang memberi kami banyak pelajaran dan pengalaman, yang akan membesarkan dan mendewasakan kami sehingga menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*